PELALAWAN — Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak hanya menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan, menciptakan ruang kreativitas serta menjadi daya tarik dan destinasi baru bagi masyarakat.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan berbagi kasih bersama anak yatim yang digelar pelaku UMKM yang tergabung dalam Street Coffee Association Kabupaten Pelalawan, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lapak UMKM Lensa Coffee, kawasan jalur Taman Makam Pahlawan, Pangkalan Kerinci, tersebut berlangsung penuh keakraban. Sebanyak 30 anak yatim mendapatkan santunan dari para pelaku UMKM.
Kehadiran Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. semakin menambah kehangatan kegiatan. Turut hadir Ketua DPRD Pelalawan H. Syafrizal, S.E., Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan Dr. Eka Nugraha, S.H., M.H., Ketua MUI Pelalawan Buya H. Iswadi M. Yazid, Lc., M.Sy., Kepala Diskop UKM Perindag Pelalawan Hanafie, S.Sos., M.Si., Camat Pangkalan Kerinci Junaidi, S.Pd., M.Si., serta Lurah Kerinci Barat Yogi Setiawan, S.STP., M.Si.
Ketua UMKM Street Coffee Association Kabupaten Pelalawan, Dicky, yang dalam kesempatan tersebut diwakili Deni, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan berbagi tersebut.

Menurutnya, keberadaan UMKM tidak hanya berbicara tentang aktivitas jual beli dan keuntungan ekonomi. Di balik tumbuhnya sebuah usaha, terdapat semangat untuk membangun kemandirian sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Atas nama Street Coffee Association Kabupaten Pelalawan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Pelalawan dan seluruh tamu undangan yang telah hadir. Kehadiran semua pihak menjadi penyemangat bagi kami para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Deni.
Ia mengatakan, kegiatan berbagi bersama anak yatim tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial dari para pelaku UMKM.
"Kami ingin menunjukkan bahwa UMKM bukan hanya tempat mencari rezeki, tetapi juga tempat menumbuhkan kepedulian. Mudah-mudahan santunan yang diberikan hari ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi anak-anak kita," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan UMKM memiliki hubungan erat dengan peningkatan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, semakin banyak UMKM yang tumbuh dan berkembang, semakin banyak pula aktivitas ekonomi yang bergerak di tengah masyarakat. Dari usaha kecil yang dikelola masyarakat, dapat lahir lapangan pekerjaan, perputaran ekonomi dan sumber pendapatan keluarga.
"Kalau UMKM kita tumbuh, ekonomi masyarakat juga akan semakin tumbuh. Ketika ekonomi masyarakat bergerak, insyaallah kesejahteraan masyarakat juga semakin baik," kata Bupati.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus mendorong dan memberikan dukungan terhadap perkembangan UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.
"UMKM ini harus kita dukung bersama. Pemerintah daerah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah harus saling menguatkan," ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan Street Coffee Association. Menurutnya, semangat berbagi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan UMKM memiliki dimensi yang lebih luas, bukan sekadar aktivitas ekonomi.
"Yang kita lihat hari ini bukan hanya orang berjualan kopi. Ada kebersamaan, ada kepedulian dan ada semangat berbagi. Ini sesuatu yang harus terus kita hidupkan di tengah masyarakat," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat Pelalawan.
Suasana semakin hangat ketika rangkaian kegiatan ditutup dengan ngopi santai bersama seluruh tamu undangan.
Para tamu menikmati kopi dan berbagai hidangan yang disiapkan langsung oleh para pelaku UMKM Street Coffee Association. Suasana santai dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, masyarakat dan para pelaku UMKM.
Secangkir kopi malam itu seolah menjadi simbol sederhana tentang bagaimana ekonomi, kebersamaan dan kepedulian dapat duduk bersama dalam satu meja.
Dari lapak-lapak kecil di sepanjang kawasan Taman Makam Pahlawan, para pelaku UMKM tidak hanya menyajikan kopi dan makanan, tetapi juga menghadirkan cerita tentang kemandirian ekonomi, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh, seiring dengan berkembangnya UMKM di Kabupaten Pelalawan.